Satu Meja, Berjuta Cerita

Suasana tasyakuran berlangsung sangat hangat. Tanpa sekat, para guru dan siswa duduk berdampingan, menikmati setiap suapan mie pedas yang menjadi ikon tempat tersebut. Gelak tawa pecah saat beberapa siswa mencoba tantangan level pedas, sementara yang lain asyik menikmati gurihnya dimsum dan segarnya minuman es yang berwarna-warni.

Momen tasyakuran ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang cara keluarga besar SKH Negeri 2 Sampit merayakan kebersamaan. Setiap piring yang tersaji menjadi simbol kebahagiaan yang dibagikan secara merata.

Belajar Mandiri di Tengah Masyarakat

Selain sebagai bentuk syukur, acara tasyakuran di luar lingkungan sekolah ini juga menjadi ajang pembelajaran kontekstual bagi para siswa. Mereka belajar bagaimana mengantre, memilih menu, hingga cara berkomunikasi dengan pelayan restoran.

"Tasyakuran ini adalah cara kami mengajarkan anak-anak untuk selalu bersyukur atas setiap momen kecil dalam hidup. Selain itu, kami ingin mereka merasa percaya diri berada di tengah masyarakat umum. Melihat mereka tersenyum dan lahap makan adalah kebahagiaan terbesar bagi kami," ungkap salah satu perwakilan guru dengan mata berbinar.

Kenangan Manis dalam Setiap Suapan

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai inti dari tasyakuran, memohon agar SKH Negeri 2 Sampit terus diberikan kelancaran dalam mendidik dan membimbing putra-putri istimewa mereka.

Acara ini membuktikan bahwa kebahagiaan itu sederhana: cukup dengan kebersamaan, rasa syukur yang tulus, dan sepiring makanan yang dinikmati bersama orang-orang tersayang.


Penulis: Admin Web SKH Negeri 2 Sampit

Kategori: Kegiatan Sekolah / Berita Terkini

Tag: #Tasyakuran #SKHN2Sampit #Kebersamaan #PendidikanInklusif #MieGacoanSampit