Menanamkan Pondasi Karakter Lewat Salat Peringatan tahun ini mengusung tema pentingnya ibadah salat sebagai bekal utama dalam membentuk karakter siswa. Dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan bahwa perjalanan luar biasa Rasulullah menjemput perintah salat adalah teladan tentang kedisiplinan dan ketaatan.
"Bagi anak-anak kami di SKH Negeri 2 Sampit, salat bukan sekadar kewajiban, melainkan cara mereka berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Kami ingin menanamkan bahwa setiap gerakan dan doa dalam salat adalah energi positif untuk membentuk pribadi yang sabar dan mandiri," ungkap salah satu guru pendamping.
Kreativitas yang Menginspirasi Tidak hanya mendengarkan tausiyah, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni islami dari para siswa. Dengan penuh percaya diri, mereka melantunkan selawat nabi, menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencintai Rasulullah dan menunjukkan bakat seni yang luar biasa. Suara rebana yang ditabuh secara kompak seolah menjadi detak jantung kebahagiaan di seluruh sudut sekolah.
Tasyakuran: Berbagi Berkah dan Doa Sebagai penutup rangkaian acara, keluarga besar SKH Negeri 2 Sampit menggelar Tasyakuran Makan Bersama. Momen ini menjadi puncak kebersamaan, di mana guru dan siswa duduk melingkar, menikmati hidangan dengan penuh rasa syukur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat mengambil hikmah dari perjalanan Isra Mi’raj untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi. Semoga SKH Negeri 2 Sampit selalu diberkahi dengan keberhasilan dalam mendidik putra-putri istimewa bangsa.
Penulis: Admin Web SKH Negeri 2 Sampit
Kategori: Keagamaan / Kegiatan Siswa
Tag: #IsraMiraj #SKHN2Sampit #PendidikanInklusif #KarakterSiswa #SampitBeriman #abkberkarya